Tampak Dina tersenyum samar saling mencuri pandang pada Irwan. Begitupun suaminya, ia mengangguk memberi kode saat bertatapan dengan Dina. Lalu keduanya bersamaan mengarahkan pandangan ke wanita yang datang tak diundang tersebut. Dina senang akhirnya ada kejadian tak terduga yang datang di waktu yang tepat. Hampir saja pernikahan adiknya terlaksana andai beberapa detik saja wanita yang mengaku keberatan atas terlaksananya pernikahan tersebut terlambat hadir. "Keberatan? Mbak siapanya Mas ini? Istrinya kah?" tebak Pak Penghulu dengan kening mengkerut. Ia menatap Sidik mencari kebenaran. Sidik refleks menggelengkan kepala membantahnya. Pak Ridwan ikut melotot tajam ke arahnya. Ia kesal karena kejadian serupa terulang kembali seperti Dejavu, dipermalukan di depan orang banyak. Sidik yang a

