Bu Maya memandangi lekat Aisyah. "Kamu yakin?" tanyanya sembari mengusap lengan Aisyah. Aisyah mengangguk. Ijab kabul sedang berlangsung kembali dan Aisyah kembali masuk ke kamar, kali ini ditemani Bu Maya. "Kenapa? Ibu tadinya berharap kamu batalkan saja pernikahan ini. Bukankah harusnya begitu Nak? Ini kesempatan besar kamu buat lepas dari pernikahan itu? Ibu melihat kamu tersiksa Nak." Aisyah memaksakan seulas senyum. "Aisyah tidak mau kalau dibatalkan akan berdampak pada Ibu. Pada kesehatan Ibu. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan keluarga mereka itu kalau sampai pernikahan ini batal. Mereka orang kaya Bu, andai yang Aisyah hadapi adalah keluarganya Irwan tidak akan sesulit ini. Aisyah selalu baik-baik saja apapun yang terjadi nanti, tapi tidak dengan Ibu. Aisyah tidak ingi

