Kedatangan Aisyah dan Ketakutan Dina

1823 Kata

Acara akad nikah telah selesai. Rumah Aisyah kembali sepi. Yang tertinggal hanyalah hiasan dekorasi, dan para karyawannya yang sibuk membereskan sisa bekas acara. "Syah, Ibu tidak suka sama sikap kamu yang bicara asal dan ketus begitu dengan suami. Nggak baik, Nak." Bu Maya yang menemani Aisyah berkemas, mencoba menasihatinya. Aisyah bergeming. Dia diam saja terlihat sibuk memilah baju yang akan dibawanya ke rumah Sidik. "Walaupun kamu belum mencintai Sidik, tapi jaga sikap dan lisan Nak, bagaimanapun juga dia suamimu sekarang. Bukankah kamu tadi yang tetap memilihnya?" Aisyah menghela napas panjang, lalu membuangnya kasar. Bu Maya benar. Namun rasanya masih sulit menerima lelaki dengan mata elang itu sebagai suaminya sekarang, apalagi harus ikut tinggal di rumahnya. Malas. Ia bahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN