"Minggir! Aku mau lewat Din!" Irwan berang. Sedari tadi Dina menahannya keluar kamar. "K-kamu mau kemana? Jangan pergi ya, soal yang tadi aku minta maaf." Dina memeluk paksa Irwan. "Aku mau ke dapur." Irwan mengurai pelukan Dina. "Oh, ke dapur. Mau minum ya? Mau apa, biar kuambilkan. Mau Teh, kopi, s**u atau--" "Kamu kenapa? Tidak biasanya seperti ini." Irwan menyela cepat ucapan Dina. Ditelisiknya wajah istrinya tersebut. Ia merasa ada yang tidak beres dengan Dina. Kenapa mendadak perhatian? "T-tidak ada. Aku … eh, kamu kenapa? Kok dahinya benjol begini?" Dina heran melihat dahi bagian kanan Irwan benjol, ia ingin merabanya tapi dicegat oleh suaminya. Dasar, pembohong! Baru saja kejadiannya dan ia sudah berpura lupa, Irwan merutuk dalam hati. "Sayang, dahi kamu kenapa, ini luka,

