“Mas ngapain?” Jujur Naya terkejut ketika Krist menarik pinggangnya dan malah mendudukan Naya di satu kaki pria itu sebagai tumpuan, dan Naya langsung menarik diri meski kini dirinya masih duduk di pangkuan pria itu. “Hm? Biar kamu nggak pegel peluk saya dengan posisi kayak gitu. Makanya…” “Ya tapi nggak harus kayak gini juga, Mas kan bisa berdiri, atau ganti posisi gitu. Gimana kalau tiba-tiba ada yang masuk, terus lihat kalau bos-nya lagi…” “Lagi?” “Y-ya lagi dalam posisi yang nggak enak dilihat kayak gini.” Krist mengangguk-angguk. “Oh… Jadi kalau orang yang masuk lihat kita lagi pelukan biasa tanpa pangku-pangkuan itu nggak apa-apa?!” “Ish, bukan gitu juga. Tetep lebih baik jangan. Kalau udah resmi, udah statusnya suami-istri baru nggak apa-apa—mungkin nggak apa-apa.” “Oh… gitu.

