“Jadi, kamu udah putusin kalau kita udah bisa ngobrolin soal pernikahan?” Naya berusaha menelan makanan terakhir yang dikunyahnya sebelum bicara. Gadis itu bahkan sempat membersihkan ujung bibir Krist yang dinodai beberapa bumbu dari ayam ungkep yang mereka makan. "Ah, thank you." Ucap Krist, setelah Naya menjauhkan tangan dari bibirnya. Naya tidak menanggapi banyak, gadis iru justru beralih melakukan hal lain, kali ini mengambil tas-nya dan memgeluarkan beberapa majalah dari dalam tas itu dan meletakkannya di meja. "Hm?" "Ini semua referensi konsep pernikahan. Saya pinjem beberapa dari perpustakaan kota, dan beberapa beli. Kita bisa lihat-lihat di sini sebelum nentuin atau cari vendor yang cocok buat konsep yang kita mau, kan? Biar nggak perlu datengin vendor satu-satu." Krist melon

