“Nayaaaa!” Naya hampir melompat terkejut ketika mendengar seruan itu setelah membuka gerbang kosannya. "Tante? Tyas? Kalian... Gimana kalian bisa ada di sini?" Naya benar-benar terkejut, pasalnya, meski hari itu dirinya sedang libur tapi ada sesuatu yang sudah Naya rencanakan dan harus Naya lakukan. "Hehe, kita dikasih tahu Krist alamat kosan kamu. Ya udah deh kita jemput." Rinka bertutur ceria, membuka tangannya untuk menyambut Naya yang mendekat. Begitu gadis itu ada di dekatnya, Rinka langsung merangkul calon menantunya itu. "Kakak minta kita temenin kamu lihat-lihat gaun pengantin, Nay. Nanti Kakak nyusul setelah meeting paginya selesai." "E-eh? Gaun pengantin? Saya—aku sama sekali belum dengar soal itu, Ty." Tyas mengangguk-angguk paham. "Iya memang, Kakak bilang kamu memang be

