"Saya anter kamu pulang, ya?" "Hng?" Naya melonggarkan pelukannya, bahkan melepas pelukan mereka berdua dan menatap Krist dengan sorot tanya. "Maksud saya, saya temenin kamu pulang. Toh secara teknis kamu yang nyetir." "Temenin saya pulang? Terus nanti Mas pulangnya gimana? Bawa mobil sendiri. Lagipula saya mau ke cafe dulu, mau nemuin Mas Varo dan tanya apa ada kendala di cafe selama saya nggak ada." Mendengar itu membuat Krist menarik napas dan mengeluarkan sedikit kasar, menatap Naya dengan tatapan serius. "Saya udah tahu kamu bakal ngomong gitu, tapi please, Nay. Di cafe itu bukan cuma kamu karyawannya, jadi kenapa kamu harus sekhawatir itu sih sama keadaan di sana selama kamu nggak ada?" "Ya itu karena ada Mas Garra yang gantiin tugas saya di sana, Mas. Saya takut Mas Garra ngel

