83. Rencana Pernikahan

2217 Kata

"Biar saya antar Mbak sampai kosan, nanti habis itu saya akan langsung pulang ke rumah." Naya melirik Garra sinis, namun kemudian menghembuskan napasnya pasrah. "Pasti Mas Krist yang nyuruh kami begitu, kan? Walau saya niatnya mau pulang sendiri padahal." "Hm." Garra menggeleng. "Pak Krist nggak bilang apa-apa sama saya, Mbak. Tadi cuma kirim pesan ngucapin terima kasih dan selamat istirahat, tapi nggak ada bilang apa-apa di luar itu." "Huh?" Sungguh? Naya bahkan terkejut mendengarnya. Ah... Apa Naya memang sudah terlalu percaya diri dengan Krist yang begitu posesif padanya? Kalau iya, rasanya malu sekali. "Tapi saya yakin, Pak Krist pasti berpikir saya akan tetap mengantar Mbak entah itu diminta atau nggak oleh Pak Krist, karena memang Pak Krist percaya pada saya. Saya nggak mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN