Pulang? Bahkan Naya tidak tahu kalau dirinya masih bisa pulang ke tempat yang namanya “rumah”. Naya rasa dirinya sudah lama tidak memiliki hal semacam itu, bahkan ketika tinggal bersama Ayah, saudari dan ibu sambungnya pun Naya tidak merasa bahwa itu rumah, dan kini, dua wanita asing yang berada di depannya—wanita asing dalam artian yang tidak memiliki hubungan darah atau apapun yang disebuta “keluarga” secara hukum mengajaknya pulang ke rumah? “Pulang ya, Nay? Dengan kamu pulang ke rumah, Tante rasa Tante baru bisa tenang jalanin hidup ke depannya seperti biasa lagi…” Wanita paruh baya itu masih menatap Naya sendu, menunggu jawaban dari Naya penuh harap. “Rumah?” Gumam Naya pelan, gadis itu menunduk lantas tersenyum sarkas, tentu senyum sarkas yang bukan ditujukan untuk Rinka ataupun Ty

