Sesi konsultasi Naya berlangsung sebanyak seminggu sekali, dan Krist akan rutin untuk mengingatkan bahkan mengantar juga menunggu selama Naya melakukan konsul dengan psikolog-nya. Dari yang terlihat pria itu mungkin hanya menunggu, tapi menurut Bu Ratna yang melihat hal itu, apa yang dilakukan Krist adalah bagian dari dukungan pria itu pada kestabilan emosional yang diharapkan bisa segera mengembalikan Naya untuk percaya dan memaafkan dirinya sendiri. “Udah selesai?” Krist buru-buru bangkit dari sofa yang ada di lobi begitu melihat Naya keluar dari salah satu ruangan dan berjalan ke arahnya. Ditemani dengan Bu Ratna yang berjalan di samping gadis itu, Krist mengangukan kepalanya menyapa priskolog senior itu ketika mereka bertemu mata. Saat datang tadi Naya langsung masuk ruangan, membuat

