“Ah, ah—sebaiknya Mama bantu siapin makan malam buat kalian dulu ya. Biar Naya bisa isi perutnya dan jadi punya energi lagi.” Rinka pamit berlalu dari kamar itu, diikuti dengan Tyas juga Rama yang memiliki alasan mereka masing-masing. “Aku juga bantuin Mama dulu deh, keluar kalau nyawa kamu udah kekumpul semua ya, Nay.” “Om juga kalau begitu, nggak enak gangguin anak muda, haha.” Ucap pria paruh baya itu sebelum berlalu dari sana. Naya menarik napasnya panjang setelah ketiga orang itu berlalu dari sana tanpa bisa Naya tanggapi ucapan ketiganya. Lebih tepatnya Naya memang membiarkan semua ucapan itu tanpa bantahan agar semuanya selesai sampai di sana. Naya tidak ingin memperpanjang hal sebab mungkin benar apa yang Rinka katakan, Naya sudah kehilangan banyak energinya hingga tidak ingin m

