75. Pentingnya Sebuah Status

2230 Kata

“Jadi sekarang kita pacaran?” “Hah?” Naya menghentikan langkahnya, menghadap Krist yang berjalan di belakang mengikutinya sejak turun dari mobil barusan. Keduanya berhadapan di depan gerbang kosan Naya berada, memandang satu sama lain dengan tatapan yang berbeda. “Pacaran, atau… kamu mau nyebutnya kita tunangan?” “Hah?” “Jangan hah-hah terus, Nay. Kamu nih.” Dahi Naya berkerut, kemudian mendengus menatap pria di hadapannya dengan mata menyipit. “Mas kayaknya terobesi banget dengan “label” dalam hubungan, ya? Memang harus banget disebut kayak gini atau kayak gitu?” “Haruslah! Pasti. Lagipula biasanya perempuan yang suka dengan kejelasan, kenapa di antara kita justru saya aja yang kayaknya merasa perlu dengan ini?” Kedua bahu Naya terangkat acuh, membuat Krist menarik napas dan memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN