Naya memegang benda persegi panjang itu di tangannya, memperhatikan dengan seksama dan tatapan cukup dalam. Beberapa kali gadis itu juga membolak-baliknya, mengusap setiap ukiran nama yang tertera di depan benda itu dengan tinta emas. Warna benda itu keseluruhan krem, seperti yang sudah disinggung tulisan yang tertera di sana beberapa berwana emas dan beberapa lainnya hitam. Di tengah-tengah benda persegi panjang itu ada pita, yang warnanya tak beda jauh dari warna tinta yang mengukir dua nama di atasnya. "Kenapa? Kamu nggak suka hasil undangannya?" Krist memecahkan keheningan yang tercipta di antara mereka, di antara dirinya dan Naya. "Hm?" Keterdiaman Naya pecah, matanya yang semula hanya tertuju pada benda yang merupakan undangan pernikahannya itu akhirnya teralih dan terangkat menuj

