78. Tujuan Tak Terduga

2348 Kata

“Maaf, Mas Varo! Sekali lagi saya minta maaf!” “Yang saya dengar, pengganti kamu untuk hari ini akan bekerja professional dan nggak akan kalah dari kamu performanya, tapi apa ini? Hanya untuk datang tepat waktu aja nggak bisa? Dan permintaan maafnya harus didampingi kamu dan bawa orang lain?” Sebenarnya tatapan Varo pada ketiga orang di hadapannya biasa saja, tapi entah bagaimana Naya justru terintimidasi. “Ah, soal itu… sebenernya itu salah saya, Mas.” Gadis itu meringis, berusaha untuk menjelaskan situasinya pada atasannya itu. “Huh, padahal Naya paling juga baru kali ini telat. Tapi ditanggapi seolah udah ngelakuin kesalahn berkali-kali. Lagipula memang harus Naya terus yang buka toko? Memangnya nggak ada yang lain? Operasional café juga baru mulai, jadi sebenarnya nggak sefatal itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN