Luna Aku sudah menyiapkan makan malam. Roast Meats dengan bahan dasar daging iga sapi, Fish and chips, dan lancashire hotpot. Ada puding alpukat yang aku buat tadi sore dengan Kathleen. Tapi, Shawn dan Nayla belum datang. Karena khawatir aku meraih ponsel dan memencet nomer Shawn. Sebelum sempat menyentuh tombol panggil, Shawn dan Nayla datang. Mereka datang berdua pukul 7 malam. Aku merinding melihat kedatangan mereka. “Hai sayang,” Shawn mengecup kedua pipiku. Kedua pipi yang dikecup Shawn itu memanas seketika dan kata ‘sayang’ yang meluncur dari bibir Shawn membuat sudut hatiku menghangat. Nayla tersenyum di sebelah Shawn. “Kalian dari mana saja?” tanyaku sedikit kikuk. Antara senang ataukah harus kecewa karena kemungkinan besar

