“Aku tidak suka melihat Carrie ada di kantormu, Shawn.” Luna menatap Shawn dengan tatapan yang sulit diartikan, yang ditatap masih fokus pada layar laptopnya. “Kau cemburu atau bagaimana?” Shawn menoleh pada Luna yang mengenakan piyama motif bunga-bunga. Ada senyum jail di wajah Shawn. Antara senang dan entahlah. Shawn meyakini kalau Luna sudah mulai masuk perangkapnya. Ditambah panggilan ‘sayang’ yang diucapkan kepadanya saat di depan Carrie tadi. Shawn tahu tidak mudah bagi wanita sedingin Luna mengucapkan kata ‘sayang’. Luna terdiam. Dia agak kesulitan merangkai kosa kata. Shawn menutup laptopnya dan menaruhnya di atas nakas. Dia kembali duduk di tepi ranjang. Menatap Luna yang duduk terpaku. Shawn selalu menyukai saat-saat seperti ini. Saat ada dia dan Luna di dalam kamarnya. Jam m

