Bab 41.

875 Kata

Jemari Sera yang kini penuh dengan cairan merah. Berjalan di dagu karina, kemudian ke mata dan bibirnya. “Mami, kau seperti Mami, Baby K.” Karina tak bisa berkata apapun, dia terbatuk kecil karena menahan dadanya yang sesak. Tubuh Karina di angkat oleh beberapa orang, sedangkan Sera bersama yang beberapa orang lainnya. Karina tak bisa mengatakan apapun, tapi batuknya semakin menjadi. Ya, dia menahan tangis yang tak bisa di keluarkan. Dadanya sesak, tak ada kalimat yang keluar dari mulutnya. Waktu tak terasa. Suara ramai terdengar kosong, Karina berharap ini mimpi. Tapi semua adalah kenyataan yang tak bisa di hindari. Dia menatap dari jauh wajah Rey yang berdiri di depan pintu kamar menatap dirinya penuh kecewa. Karina mencoba menatap kembali Rey sembari menggigit jarinya. Memohon ampun t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN