Karina mengeraskan wajahnya, wanita ini sepertinya tanpa ampun menyakiti hati orang lain. Dia tak berminat dengan apapun yang berurusan dengan keluarganya. “Bahkan jika kalian mati aku tak punya waktu untuk sekedar melihat. Kalian bukan siapa-siapa bagiku, jadi kenapa aku harus menangisi kalian? Tak ada ruang untuk kalian.” Karina memukul dadanya. Deg, hati Sera patah dan tak lama ponselnya berdering. “Aku akan segera datang.” dia menutup panggilan dan menatap Karina. “Itukah yang kau inginkan? Apa kau benar-benar menginginkan hal gila seperti itu?! aku dan Rey, beserta kedua kakakmu yang telah tiada selalu menjunjung penuh kasih keluarga kami.” “Tapi aku tidak!” sambung Karina. “Kenapa tidak? Karena aku dari awal sampai akhir bukan bagian dari kalian.” “Terserah padamu saja Karina, aku

