Setelah keluar dari kamar Sia berjalan ke arah kamar Steve dan mengetuk pintu, Tok tok, “ Aku sudah melakukannya?” “Oke, Thank’s? Aku baru selesai mandi, masuklah,” pria itu mempersilahkan Sia masuk. “Kapan kau mengirimkan barang itu?!” “Satu jam lagi akan sampai.” jawab Zeo sembari tersenyum jahat. “Oke!” “Kenapa gugup?! Aku tahu apa yang aku lakukan Sia.. jangan takut tak perlu salah paham! Siapa yang tak tahu kau, Dika selalu mengatakan itu.” “Pria itu pada tipe masing-masing El! Tapi setidaknya selama pernikahan kalian kau tak boleh berselingkuh, aku pernah mengatakan hal itu, Makanya jangan sampai Sera jadi bangkit dari kematian, bukan?” Sia pun tersenyum dan memukul bahu anaknya. “Ugh, kamu bisa saja menggodaku, tapi aku tak akan termakan kata-katamu.” Jawabnya dengan sumringa

