El menggeleng, dia tidak bisa menerima kalimat seperti itu. Bagi El yang salah adalah dirinya, tubuhnya da pikirannya. “Kita sudah bahas ini berulang kali Bulan” setelah mengatakan itu El pergi dan menjauh begitu saja. Bulan tak bisa membendung perasaan yang ada, bercampur kesal wanita itu mengumpat berulang kali sambil menerjang angin yang datang silih berganti. “El” suara penuh harap itu terdengar sangat lembut. Bulan berbalik dan melihat siapa di sana. “El, kau kembali untukku?” Wanita itu pun langsung mendekat dan mencium bibir prianya. Tangan Bulan sudah menyetak pakaian El yang ada di hadapan dirinya. “Kau milikku El.” Perasaan El kacau, dia masih terikat masalalu yang begitu dalam. Cinta pada Bulan pun dulu tak main-main sama sekali. Mereka berdua melakukannya, dia tengah malam

