Setelah selesai memberi ketegasan sikap, Dika pun pergi meninggalkan ruangan dan kembali ke Mansion. “Akh lelah sekali!” ucapnya sambil membaringkan diri di sofa. Mata pria itu terpejam sesaat, dia sangat lelah. Apalah daya pria jika keadaan memaksa, tapi dia pikir bagaimana kalau Zeo saja yang melakukannya. Dengan langkah cepat dia menuju ponsel dan menghubungi pria itu, Dika menceritakan apa yang terjadi pada adiknya! Dia harus bisa membantu, bukan? Zeo tanpa ragu langsung setuju, Dika merasa sangat lega setelah mendengarnya. Tap, Secara tiba-tiba pundak Dika ditepuk dan ditarik dengan kasar. "Siapa?" Responnya, sambil memutar kepalanya. Dan ternyata tarikan seorang wanita yang menyeretnya berada dihadapan Sia yang istri. Ya siapa lagi kalau bukan Sia. "Jangan terkejut!" Bisiknya yang

