"Apa yang saya harapkan saat ini bisa saja terjadi, begitu juga yang tidak saya harapkan. Semua berjalan seiring waktu seolah tidak dapat dihentikan. Seperti tuan yang tak bisa berhenti mencintai wanita lain, selain saya." Wajah Zeo terlihat sangat murung, pria itu terdiam sejenak karena rasa tidak enak di dalam hatinya. "Aku tak bermaksud sama sekali membuang janjiku padamu, tapi kau sangat paham bahwa aku adalah pria yang memiliki seks tak wajar. Aku tak bisa di tolak, dan aku ingin kau terus menerus. Ini menyakitkan ketika harus membagi diri ini bersama orang lain." "Orang lain?! Anak kita anda katakan orang lain, Tuan?! Yang benar saja. Ya Tuhan, saya tidak pernah menyangka anda akan mengatakan ini pada saya." "Jangan marah lagi, aku tak suka melihatmu marah seperti itu. Sejujurnya

