Keduanya terdiam! Tak ada yang memulai pembicaraan lagi setelahnya sampai suara kepala panti memanggil anak-anak memecah keheningan. “Bulan, aku minta maaf karena membuatmu terluka lagi.” “Tidak apa Nyonya, itu bukan luka! Apa yang terjadi pada saya adalah pelajaran yang sangat berharga.” Bulan berdiri meninggalkan Karina yang masih duduk di tempat yang sama. Karina ingin bertemu El, dia membulatkan dirinya untuk ini. Tangan Karina pun mulai memainkan layar ponsel. Nama Elbarack di sana, dan Karina menjadi kaku seketika. “Halo, siapa ini?!” Suara perempuan yang mengangkat ponsel itu, dan di sini jelas bukan Meta ataupun Lusi. Tampaknya El sedang berada di sebuah klub malam, dentuman musik luar biasa menghiasi suara ponsel Karina. “Dimana suami saya?!” Klik panggilan tersebut pun terp

