Karina tak bisa melupakan wajah Lusi yang menyembur dirinya dengan sepenuh hati. Bukannya tak ingin bertindak gila hanya saja Karina ingin lebih fokus menghadapi El yang terlihat sangat hancur saat ini. Entah apa yang keluarganya katakan sampai El terlihat sangat putus asa. Karina ingin sekali mencakar mereka semua. “Saya harap anda harus lebih tenang, keluarga anda tak salah Nyonya. Jika anda ingin marah, silahkan marah pada diri anda sendiri. Karena masalah ini semua di mulai dari anda.” Karina menggigit bibirnya karena kesal atas kalimat yang di lontarkan oleh Eric. “Bisakah kau tak ikut campur?!” “Tidak bisa Nyonya karena saya bicara sebagai kakak dari suami anda.” Karina mengerutkan kening karena bingung! “Anda pikir seorang pelayan punya hak apa untuk melakukan hal tanpa perintah

