Ci cuit, suara burung yang bermain di pinggiran jendela membuat El terbangun. Dia menatap ke arah samping tempat tidur dan mengumpat. Dia merasa ada Karina di sampingnya namun nyatanya tidak. Dengan langkah berat El masuk ke dalam kamar mandi dan menyiram tubuh penuh otot dengan air hangat. Rasanya seperti nyata! Apa dirinya sudah gila? Sungguh El tak bisa mengampuni dirinya sendiri saat ini. “Bisakah kita seperti awal!” El memegang dadanya dan mengumpat, “ANJING!” “Aku manusia bukan anjing!” jawab Karina dan El berbalik, tubuhnya terlanjur kaku dan tak bisa bergerak. Apalagi saat Karina melihatnya dari atas ke bawah dan terus saja begitu. “Jangan melihat seperti itu! Aku tahu kau iblis yang sedang menyamar menjadi istriku!” “Iblis? Apa?! kau mengatakan bahwa aku Iblis?!” “Iya, Karina

