“Ya jawab aja, mereka temenku kok.” “Iya, Mbak?” “Ih, mukanya mana, Mbak...masa suaranya cewek mukanya Om Rion.” “Maaf ya, Mbak, isteri saya agak ajaib. Harap maklum,”kata Reno dengan tenang. Risty tertawa.”Iya,enggak apa-apa, Mas, Mbak. Maaf saya malu mau nunjukin muka saya.” “Manis dan unik itulah Maya, Mbak Cantik...siapa namanya?”tanya Maya. Risty tertawa geli.”Kok jago pantun, Mbak. Nama saya Risty. Maaf enggak bisa balas pantun juga.” “Oh Mbak Risty...Saya Maya, isterinya Reno. Reno dan Rion ini adalah saudara kembar tak seiras.” “Iya,Mbak Maya.” Rion tertawa geli.”Maya...Maya.” “Ketawa aja, Om...itu muka cerah amat, Om.” “Namanya udah enggak sendiri, ya cerahlah.” Reno mengusap puncak kepala Maya. Risty yang melihat kemesraan mereka berdua di layar hanya bisa tersenyum.

