33. Bermain Sebentar

2365 Kata

 Yaya tersentak kala berhasil mengetahui jika mawar anehnya bereaksi pada bayangan di dalam cawan yang dilihat olehnya dan Zhani. Jika bukan Kaza yang menjelaskan sifatnya, pasti Yaya tidak menemukan petunjuk. Mawar di tangannya sedang rindu. Dia ingin berkumpul bersama mawar lainnya. Hal itu disalurkan Yaya yang menitikkan air mata. Yaya sungguh tidak sedih semua temannya disengat serangga hingga keracunan.  "Ternyata dia juga ingin pulang sama sepertiku." Yaya mengangkat mawarnya di hadapan.  "Akan kuambil airnya, coba kita lihat apa reaksi selanjutnya." Kaza segera mengambil cawan di gubuk.  "Mawar aneh, kau tidak mau bicara denganku? Aku mau terhipnotis lagi kalau kau ingin curhat. Yahh, rindu memang sesuatu yang ternilai. Kau beruntung memilikinya," kata Yaya.  Tidak lama kemudian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN