Peramal tua datang tergopoh-gopoh. Menyibak rambut putihnya, menunjuk segerombolan serangga marah. "Hei, serangga bau! Pergi atau kumakan kalian!" Yaya dan yang lain bergidik ngeri. "Hiii, dia pemakan segalanya," gumam Yaya. Dia menyuruh teman-temannya mundur dan memeriksa keadaan mereka. Semuanya tersengat, anehnya lebam merah yang mulanya kecil perlahan menjadi besar. Wajah, leher, lengan, dan kaki tidak ada yang tidak disengat. "Kalian terluka! Apa sakit? Aku harus bagaimana?" Yaya panik sendiri. Peramal tua masih sibuk memarahi serangga yang hanya diam di udara melihat peramal tua. Lalu, peramal itu mengeluarkan kekuatan sihirnya untuk mengusir para serangga. Seketika gerombolan besar itu hilang menguak menjadi asal hitam dan menyebar. "Wah, mereka bukan hewan biasa," guma

