23. Kayu Manis

2094 Kata

 Manisnya aroma hujan yang tiba-tiba mengguyur tanpa sengaja membangunkan Zhani. Yaya sejak tadi mengomel menyuruh Zhani sadar agar ikatannya bisa cepat terlepas. Zhani pun sama, semua yang dia pandang menjadi dua saat matanya terbuka. Beberapa detik kemudian barulah menyadari apa yang terjadi. Ingin melarikan diri, tetapi kembali tertarik karena tangannya yang diikat bersama tangan Yaya.  "Astaga! Ini... Kita dimana? Kenapa bisa ada kau?" Tanya Zhani panik.    Yaya tersenyum malas, "Kalau aku tau tidak akan mau ada di sini. Tapi syukurlah bisa menemukanmu. Cepat lepaskan ikatannya!" Yaya menarik-narik tangannya.  Tangan Zhani kembali ikut tertarik. Dia sadar sesuatu, "Yaya, mawar-mu!" melirik Yaya.  Yaya mendesah, "Itu dia. Pasti orang yang mengikat kita sudah tau mawar ini. Aku yakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN