Yaya terkejut kala Kaza menyibak pakaiannya hingga lutut. Ian dan Zhani marah, Ivirou hanya mengerutkan dahi. Yaya sudah akan marah, tetapi ucapan Kaza membuat Yaya bungkam. "Sampai kapan mau menahan sakitnya?" Kaza membuka ikatan kain di lutut Yaya. "Astaga! Kau terluka? Kenapa tidak bilang?" Ian ikut duduk bersila melihat lutut Yaya. Ivirou meletakkan pedangnya dan membantu Kaza membuka kotak obat, "Itu kain pakaian Zhani?" Mereka menatap Zhani yang juga duduk tenang. "Aku merobeknya sedikit untuk menutupinya." memeriksa lutut Yaya yang sedikit bengkak. Yaya merasa geli lukanya dipegang Kaza dan Zhani. "Sudahlah, ini hanya jatuh waktu dikejar perampok. Zhani membantuku setelah jatuh dari jurang," gumam Yaya. "Ceroboh! Lain kali aku tidak akan membiarkanmu pergi!" Iviro

