Sabar aja deh!

1268 Kata

Setelah mendapatkan nomor Pak Haji Ahmad, tak perlu menunggu lama Randu langsung menghubungi ayah dari Gigih itu dan langsung melakukan negosiasi. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian mereka bertemu. Hanya Randu sih yang ketemu, saat itu aku sedang banyak pekerjaan. Dan rumah itu kini sudah menjadi milik aku dan Randu. Surat-suratnya pun sudah dialihkan menjadi namaku. Saat aku tanya kenapa harus namaku? Jawabannya enteng, katanya takut suatu hari dia yang akan meninggal terlebih dahulu, maka aku dan anak-anak kami kelak tidak akan kesulitan untuk melakukan sesuatu terhadap rumah kami. Lah! Kalau aku yang meninggal duluan gimana coba bebs? Kalau kalian tanya apa aku sudah pindah ke rumah baru kami? Jawabannya adalah, belum dung! Tahukan kalau si sahabat surga itu rewel, jadi kirain ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN