Mau Pacaran Dulu

1638 Kata

Braaaakk... Aku melempar bundelan naskah yang baru saja mendapat coretan indah dari Mas Pandi ke atas meja membuat semua orang menatapku heran dan sekaligus kaget, termasuk Cantika. "Apaan sih lu? Bikin kaget orang aja." tanyanya. Aku mendelik ke arah Cantika. Bukannya menjawab pertanyaan Cantika, aku malah mendudukan tubuhku dengan kasar di atas kursi putar milikku. "Ye, bukannya jawab lu malah cemberut." gerutunya. Dia kini menggeser kursi agar duduknya lebih dekat denganku lalu meraih bundelan naskah yang aku lempar tadi. "Hooo, gara-gara ini?" katanya sambil membuka lembaran naskah. "Kan emang gitu kalau Mas Pandi, dummy Acc pasti dicek satu-satu, teliti sampai ke akar-akarnya, kayak baru aja kerja sama dia?" katanya. Mendengar jawaban Cantika bukannya mmebuatku tenang malah mendeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN