"Run, pulang kerja siapain beberapa baju, besok gue ke Bali menghadiri peresmian hotel yang waktu itu gue pegang. Jangan banyak-banyak Cuma dua hari kok, dua kemeja, dua celana, dua kaos sama satu baju buat tidur aja!" kata Randu sambil berdiri di hadapanku. Sementara aku sibuk menggulung lengan kemejanya sampai sikut. Aku mendesah, lalu mengangguk pelan hingga membuat Randu tertawa pelan lalu mencium keningku. Aku mendengus. Ekspresi inilah yang akhir-akhir ini aku tunjukan pada Randu setiap dia akan pergi dinas. Ada perasaan gak rela aja kalau dia jauh-jauh dariku. "Lu mau ikut?" aku menggeleng. "Terus kenapa? Takut ditinggalin di rumah sendiri?" aku menggeleng lagi. "Terus?" Aku diam menyelesaikan pekerjaanku. "Gak papa ih!" kataku saat sebelah tangan kemeja Randu yang aku gulung akh

