CEWEK MATRE... CEWEK MATRE... KE LAUT SAJA.

1497 Kata
“Untuk saat ini kita tidak akan membuat robot. Melainkan alat pengintai beserta programnya. Kalau alat ini berhasil kemungkinan besar akan dipasarkan ke seluruh penjuru dunia melalui Sebastian Groups International dan Anders Groups International,” jawab Andi.   Mata Rani berbinar sempurna. Entah kenapa Rani ingin sekali membuat alat pengintai yang super canggih, “Aku setuju. Sudah lama aku tidak membuat alat pengintai lagi.”   “Hmmp... Bukannya itu masuk ke teknologi?” tanya Fendy.   “Memang benar. Pihak penyelenggara sains memperluas lomba. Jadi yang ditawarkan banyak lomba seperti sains, teknologi, sastra, ilmuan, matematika, fisika dan bermacam-macam,” jelas Andi.   Mereka mengangguk tanda setuju. Yang dikatakan oleh Andi benar. Karena pihak penyelenggara sains tahun ini memang sangat luas sekali. Setiap sekolah yang mengikuti boleh mengirimkan banyak peserta.   “Yang dikatakan Andi benar,” March membenarkan perkataan Andi. “Tahun ini lombanya tidak sains saja. Melainkan teknologi, penemuan baru, sains, matematika, sastra dan fisika. Jadi kita harus mengirim peserta anak didik kita sebanyak mungkin. Andi sendiri sudah mempunyai dua murid yang sangat istimewa.”   “Bagaimana yang lainnya?” tanya Fendy.   “Kami masih mencari beberapa murid yang mempunyai keistimewaan dalam setiap pelajaran,” jawab March.   “Kalau begitu cepatlah cari. Waktu kita sudah tak banyak,” suruh Fendi.   “Mau dibawa ke mana ini anak?” tanya Bayu ke Andi.   “Mau dibawa ke lab Sebastian. Aku ingin membicarakan alat pengintai ini secara serius,” jawab Andi.   “Apakah pelajaran biologi tidak?” tanya Bayu.   “Untuk biologi belum ada. Kalau pun ada nanti masuknya ke kedokteran,” jawab Andi.   Bayu hanya diam sesaat karena belum tahu olimpiade sains dan teknologi diadakan. Andi segera pergi mengajak mereka berdua. Sedangkan Fendy mulai curiga terhadap Bayu yang duduk.   “Kenapa dia ada di sini?” tanya Fendy ke March.   “Dia adalah guru biologi yang baru,” jawab Saga.   Sontak saja Fendy terkejut karena mendengar pernyataan dari Saga. Rasanya ingin melemparkan Bayu ke alam neraka.   Sebelum membubarkan diri Andi balik lagi ke dalam ruangan. Karena hari ini ada pelajaran Fisika dan juga Matematika.   “Kenapa balik lagi?” tanya Saga.   “Sebentar lagi akan ada pelajaran Fisika. Manalagi ada ulangan,” kesal Andi.   Mereka akhirnya membubarkan diri dari ruangan itu. Malam pun tiba. Tepat pukul 20.00 seluruh anggota inti White Eragon sedang berkumpul. Mereka akan segera membicarakan tentang keluarga Wiguna.   “Ternyata keluarga Wiguna itu sangat licik. Laras sering sekali menikah demi mengambil seluruh aset sang konglomerat,” sahut Joko yang memecahkan keheningan.   “Memangnya sudah berapa kali dia menikah?” tanya Bayu.   “Sudah lima belas kali menikah,” jawab Andi.   “Amazing rupanya. Kita sebagai pria belum pernah menikah sama sekali,” celetuk March.   “Apaan yang belum menikah?” tanya Irwan yang menatap tajam March.   March hanya cengar-cengir mirip kebo di sawah. March adalah seorang playboy sejati. Bahkan March sendiri sudah mempunyai kekasih hingga 70 orang. Meski begitu anggota White Eragon memakluminya. Sedangkan yang lainnya adalah jones alias jomblo ngenes. Yang tidak pernah merasakan jatuh cinta sama sekali. Wajah tampan ternyata tidak menjanjikan kalau dia laku apa enggak.   “Lu kalau sekali lagi ngomong belum pernah pacaran. Akan aku tendang kamu ke planet Uranus bersama ketujuh puluh pacarmu itu!!!” hardik Irwan yang emosi.   “Sabar bro,” Joko mulai menenangkan jiwa Irwan.   “Tujuh puluh orang. Angka yang sangat fantastis sekali,” seru Saga.   “Eh... jadi kalian menghitung para kekasihku itu?” tanya March.   “Iya,” jawab Irwan.   “Kan belum menikah masih pacaran. Nanti kalau sudah nikah bakalan istri satu,” sahut March.   “Terserah apa katamu,” ucap Irwan   “Terus apakah ada lagi?” tanya Bayu.   “Jadi modusnya gini. Laras sama kedua orang tuanya adalah komplotan penipu. Mereka memang mencari orang yang memiliki kekayaan yang terbesar. Setelah itu mereka mulai mendekati secara perlahan lalu mengatakan kalau putranya adalah pacar Laras,” jawab March.   “Apa!!!” kaget Fendy. “Janggal!!”   “Memang janggal sih. Tapi cara itu berhasil buat mereka. Karena mereka sangat pintar menjerat para korbannya,” imbuh Irwan.   “Satu-satunya jalan adalah menikah sebelum terjadi pernikahan antara Bayu dan juga Laras,” celetuk Fendy.   “Calon saja belum di suruh nikah. Kaya deadline membangun sebuah perusahaan,” keluh Bayu.   “Makanya cepat cari sana. Waktumu enggak banyak hanya dua bulan,” suruh Fendy.   Sebelum membubarkan diri March mengajak Bayu ke cafe untuk membuntuti Laras. Bayu ingin sekali mengumpulkan barang bukti dan juga data-data Laras untuk diserahkan ke Aryo dan juga Santi.   Icha yang berada di cafe dengan Ali sedang menunggu kedatangan Rendy. Sebelum Rendy datang mereka tidak sengaja melihat Laras bersama seseorang pria bertubuh tambun. Jalannya seperti orang yang sedang berpacaran. Ali yang mempunyai mata awas segera memberitahukan kepada Icha.   “Nona,” panggil Ali.   “Iya,” sahut Icha.   “Bukannya nona itu adalah kekasih Tuan Bayu?” tanya Ali.   “Kekasih Tuan Bayu?” tanya Icha yang melihat Laras sedang bergelayut mesra dengan pria tambun. “Apa!!!”   “Iya katanya Tuan besar,” jawab Ali.   “Itu tidak mungkin. Mereka aslinya tidak saling mengenal. Bagaimana saling mengenal kalau Kak Bayu tinggal di daerah Eropa sana,” sambung Icha. “Apakah kamu mau jadi kekasihnya?”   Ali menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Wajahku memang sangat jelek non. Namun aku tidak akan memilih wanita seperti itu. Kalau pun saya disuruh memilih wanita seperti itu. Lebih baik sendiri dulu hingga menemukan seseorang yang cocok untuk jadi istriku.”   “Kenapa?” tanya Icha yang penasaran.   “Karena dia adalah cewek matre... cewek matre... ke laut aja,” jawab Ali sambil bernyanyi.   Tanpa disadari oleh mereka. Rendy sudah berada di hadapannya. Tanpa basa-basi lagi Rendy duduk di hadapan mereka dan memecahkan suasana dengan suara baritonnya, “Icha.”   Mereka akhirnya sadar karena Rendy yang sudah berada di depannya. Icha langsung menyapanya, “Kak Rendy.”   “Kenapa kamu menyuruhku ke sini?” tanya Rendy yang curiga.   “Apakah kamu mau membantuku?” tanya Icha yang serius.   “Apa itu?” tanya Rendy balik.   “Gini. Aku mau menjebak teman baikku untuk dijadikan istri sementara,” jawab Icha.   “Maksudmu Rani?” tanya Rendy.   “Iya. Aku ingin Rani menikah dengan kakakku,” jawab Icha.   “Terus. Aku harus ngapain?” tanya Rendy.   “Aku akan mengajaknya taruhan. Dengan dalil nembak kak Rendy. Nanti kalau dia nembak jangan diterima ya. Kalau aku yang nembak. Kakak terima dech,” jawab Icha.   “Baiklah,” sahut Rendy yang girang.   “Jadi gimana?” tanya Icha.   “Aku mah ok... ok... aja,” jawab Rendy.   “Beres,” jawab Rendy yang melihat Ali yang sedang diam mematung. “Icha.”   “Ada apa?” tanya Icha yang serius.   “Kamu bawa manusia kayu ke sini?” tanya Rendy balik.   Icha menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lucu, “Dia manusia beneran kok.”   “Kelihatan manusia beneran. Tapi kaya manekin yang dipajang di toko-toko pakaian,” imbuh Rendy.   “Bener juga. Tapi dia adalah Pengawalku,” terang Icha.   “Pantas saja,” celetuk Rendy.   Akhirnya Ali mengeluarkan suara, “Non.”   “Apa?” tanya Icha.   “Sebaiknya kita pulang. Kalau di sini terus pasti ada hal yang tidak diinginkan,” pinta Ali.   “Baiklah,” sahut Icha.   “Akhirnya bersuara juga,” ejek Rendy.   Ali menahan sabarnya karena tidak mau membuat kekacauan di sini. Ali hanya menggelengkan kepalanya, “Anak kecil.”   “Bukan Paman. Aku Rendy,” jelas Rendy yang disangka Shiva oleh Ali.   Icha hanya terkekeh mendengar pernyataan Rendy yang diledek sama Ali, “Apakah kakak ingin makan?”   “Tidak. Aku baru saja makan di rumah,” jawab Rendy yang mengambil gelas jus mangganya di depan dan menghabiskannya. “Ya udah aku mau pulang. Besok jadwalku padat mau ikut olimpiade kimia di New York.”   “Kakak ikut?” tanya Icha yang penasaran.   “Ya aku ikut. Mr. Saga telah menunjukku dan juga Fabian,” jawab Rendy yang mulai berdiri.   Icha hanya mengangguk tanda setuju. Rendy langsung pergi dari hadapannya.   “Non... Kalo nona jadi pacarnya Rendy cocok,” puji Ali.   “Ah... Kamu itu. Kalau aku berpacaran dan ketahuan kak Fendy bisa habis,” kesal Icha.   “Habis? Memangnya Tuan Fendy ngapain Non?” tanya Ali yang kepo.   “Kalau aku pacaran sama siapa pun. Sebelum aku lulus dari sekolah. Bakalan aku digantung di Monas,” jawab Icha yang sendu.   “Kasian,” ujar Ali yang menggelengkan kepalanya.   “Berarti Tuan Fendy kejam ya non?” tanya Ali.   “Enggak juga. Aku enggak terlalu dekat sama kak Fendy. Aku hanya dekat dengan Kak Bayu. Jadi kalau apa-apa jatuhnya ke Kak Bayu,” jawab Icha.   Ali hanya manggut-manggut saja. Ali mengerti dengan keadaan Icha yang sekarang masih jomblo, “Ya udah dech non kita pulang dulu. Besok non harus masuk pagi.”   Baiklah,” jawab Icha.   Ali dan Icha meninggalkan kafe tersebut tanpa diketahui oleh Laras yang sedang asyik membuat lawan jenisnya mabuk kepayang. Sebelum masuk ke dalam mobil Icha melihat March bersama Bayu, “Kakak di sini?”   “Apakah kamu melihat Larasati masuk ke dalam?” tanya Bayu.          
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN