Pemakaman selesai dilakukan, terlihat para tetangga dan keluarga Zian ikut berbela sungkawa. Zian masih terduduk di depan foto Sona yang terhias bunga-bunga. Baru berjumpa dengan putrinya, ia harus kehilangan putri kandungnya selama-lamanya. Tepat di hari ini juga, kehamilan Elara memasuki 7 bulan. Elara seolah di jauhi oleh keluarga Zian dan tetangga, kabar tersebar jika Elara mengalami gangguan jiwa dan tidak ada yang mau mendekatinya. Zian bukannya menjauhi Elara, namun ia masih ingin sendiri dan tidak mau diganggu siapapun. Elara naik ke kamarnya yang ada di lantai 2, ia masuk ke kamar dengan masih benar-benar syok. Ibu Zian yaitu Amma datang untuk menemuinya. "Elara, kau sudah makan?" tanya Amma, dia masih baik kepada Elara. "Sudah, Amma." Amma mengusap kepala Elara, entah sa

