Suasana makan pagi dirasa cukup hening, hanya ada suara dentingan piring dan sendok yang saling beradu. Zian cukup senang karena keluarganya dapat berkumpul kembali, namun bukan ini yang ia inginkan kembalinya sosok Denis membuat rumah tangganya menjadi membingungkan setelah perdebatan kemarin malam Denis enggan berbicara sama sekali. Zian makan dengan tenang dan fokus pada makanannya. Sona yang akan lulus kuliah tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga ini, dia hanya fokus meminta uang pada papanya yang ia anggap menelantarkannya. "Papa nanti aku harus cetak tugasku, Aku mau minta uang lagi." "Mas Zian, bisa tolong ambilkan printer di apartemenku. Suruh Sona cetak sendiri!" sahut Elara. "Eh, aku tidak bicara denganmu." "Aku sekarang mama mu jadi aku berhak menjawab rengekanmu pad

