BAB 46 : Bulan madu

1137 Kata

Setelah makan mereka segera berangkat ke Garuda Wisnu kencana untuk menonton pagelaran tari. Zian menggandeng Elara dan membawakan tas ranselnya. Mereka sangat menikmati bulan madu kali ini. Suasana kali ini sangat nyaman dan enak, matahari juga tidak terlalu terik. Zian sedari tadi melirik istrinya yang semakin hari semakin cantik. Aura Elara terpancar begitu nyata sampai membuatnya terkesima. Elara adalah gadis yang mampu meluluhkan hatinya yang sedingin es, selama ini memang Zian menutup hatinya rapat-rapat dan berjanji tidak akan menikah lagi. Namun, di malam jumat itu ia harus mengingkari janjinya dan harus menikahi Elara. Tak apalah, hidup terkadang tak sesuai rencana. “Mas, aku ingin sekali mempunyai anak.” Zian melihat wajah Elara yang sangat imut. “Nanti kita bisa buat.” “He

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN