Setelah menonton pertunjukan tari, mereka kembali ke hotel. Hari ini cukup menyenangkan. Di dalam mobil, Zian merangkul Elara dan mengelus kepalanya. Elara nampak kelelahan padahal hari esok jadwal mereka sangat padat. Setelah sampai di hotel, Elara langsung berbaring di ranjang sedangkan Zian mencoba untuk menggendongnya ke kamar mandi. “Mas, aku gak mau mandi,” ucap Elara. “Harus mandi, Sayang. Jorok.” “Mas, turunin aku!” Zian menggeleng, ia tetap membawa Elara ke kamar mandi untuk ia mandikan. Setelah sampai kamar mandi, Zian mendudukannya di bak mandi lalu melepaskan pakaiannya satu persatu. Elara hanya diam pasrah mengikuti yang di lakukan Zian. Kini dia sudah tak menggunakan sehelai benang satu pun, ia tampak sedikit malu dan menutupi kedua bolanya dengan rambut panjangnya. Z

