Zian terkejut saat dirinya sudah sampai area pemakaman. Terdengar suara pintu terbuka dan ia melihat sang istri keluar dari mobil. Zian mengikutinya dari belakang. Kondisi pemakaman ini sangat sunyi dan gelap, mereka mengandalkan senter ponsel untuk menerangi langkahnya. "La, kita kan bisa datang besok pagi?" tanya Zian. "Perasaanku gak enak. Pasti terjadi sesuatu dengan makam Mama." Elara menyurusi jalan setapak yang nampak becek, Zian mengikutinya dari belakang. Baru kali ini ia di kuburan hampir jam 12 malam. Elara mencari makam mamanya dengan teliti sampai ia menemukannya dan betapa terkejutnya ternyata makam sang mama ambles dan batu nisan nampak miring. "Benarkan Papa Zi jika terjadi sesuatu dengan makam mama, pantas saja Mama terus datang ke dalam mimpiku." Zian segera menelpo

