Setelah pulang dari taman, mereka mendapat kabar jika Tuan Adhiatma sudah siuman. Mereka bergegas menuju ke rumah sakit tempat sang tuan di rawat. Namun saat akan perjalanan menuju ke sana, Zian tidak fokus menyetir karena bayangan wanita yang mirip dengan mendiang istrinya masih teringat di fikirannya sampai beberapa kali hampir menabrak pengendara lain dan untungnya Elara berhasil menyadarkan Zian. “Mas kenapa?” tanya Elara. “Mas tadi bertemu dengan wanita yang mirip dengan mendiang istriku dan di bukunya tertulis nama Sona.” Elara mengernyitkan dahi. “Nama Sona bukan hanya anak Mas saja, siapa tahu jika itu adalah Sona yang lain.” Zian mengusap wajahnya kasar. Dia menghentikan mobilnya sebentar lalu menenggak sebotol air putih yang membuat pikirannya menjadi segar. Elara mengusap

