Ketika mendengar bentakan dari Zian, raut wajahnya menjadi sedih, tak dapat dipungkiri jika ia benar-benar terluka karena ucapan sang suami yang menyakitkan hati. Dia tersenyum mencoba untuk bersabar dan mengantarkan Zian untuk ke tempat kost Sona. Elara mengikuti Zian sampai ke dalam mobil padahal ini sudah jam 8 malam dan Zian seolah tidak memperdulikan Elara yang kelelahan. Setelah masuk mobil Zian segera malajukan mobilnya ke tempat yang sudah diberitahukan oleh Elara. Dalam perjalanan mereka terdiam, mungkin saat ini di pikiran Zian hanyalah Sona sedangkan sang istri yang tengah hamil muda tidak sempat ia pedulikan. Sesampainya di tempat kost putri, Zian dan Elara masuk ke dalam mencari kamar tempat Sona tinggal. Ibu kos yang mengetahui ada tamu segera keluar dan menghampiri mere

