Hening. Semua membisu, sukses membuatku semakin deg-degan. Apa sesuatu yang buruk akan terjadi? Entah mengapa aku terlalu banyak berburuk sangka saat ini. "Heum, sebenarnya papa mengundang kalian untuk makan malam karena ada hal penting yang ingin dibicarakan." Papa memulai pembicaraan dengan kalimat yang lumayan horor menurutku. Tapi, kenapa wajah mama mertua malah tersenyum ke arahku. Aku hanya membalas dengan canggung, kemudian kami semua kembali mendengar apa yang papa sampaikan. "Sebenarnya ...." . Saat berpamitan untuk pulang, Kak Vincen dan Kak Kenzo menepuk bahuku. Sedangkan mama malah memeluk erat diriku dan Luna secara bergantian. Papa, tak banyak yang beliau lakukan, selain tersenyum penuh makna melihat pemandangan di depannya. Mungkin, makan malam ini adalah

