Chapter 46. Pulau Dewata II

1402 Kata

Setelah terucap salam. Zahra mengecup punggung tangan suaminya, lalu tersenyum sangat manis. "Terima kasih," ucapnya. Kalimat singkat yang terasa menyenangkan. Untuk sesaat, Kenzo terdiam dalam duduknya. Ada sesuatu yang mengganjal di hati. Memberi rasa tak nyaman yang luar biasa menyesakkan. Dia tahu, datang ke tempat ini bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga untuk memburu Alex. Terdengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggaung merdu dari mulut Zahra. Entah mengapa, setiap nada yang terdengar seakan meremas dadanya kuat. Bayangan wajah para korban, bagaimana mereka merintih, sorot mata ketakutan mereka, muncul silih berganti dalam benak Kenzo. Dia pun kembali teringat akan kegelapan yang hampir merenggut nyawanya. Bagaimana rasa takut akan kehilangan terasa kuat dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN