"Sayang, api dalam jiwaku belum terpadamkan. Bahkan mungkin telah menjadi abadi. Namun, bersamamu aku terlupa akan panasnya dan aku yakin, suatu saat nanti aku pun akan lupa pada nyalanya. Jadi, tetaplah bersamaku! Jangan pernah berpikir untuk menjauh dariku! Karena aku tak kan bisa tanpamu." Zahra membalas peluknya. Kata tulus yang terucap dari mulut manis Kenzo, berhasil meyakinkan wanita itu. Kepolosan dan kemurnian hati Zahra adalah keberuntungan baginya. Dengan mudah dia bisa membuat Zahra percaya. Kenzo, api abadi yang dimiliki hanya bisa terpadam oleh darah mereka. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Abi," ucap Zahra bersama derai air mata. Dia begitu menyayangi miliknya dan janji yang terucap berulang kali, tak kan mungkin dia langgar lagi. "Terima kasih,

