Cahaya mentari pagi, menerpa raga Kenzo yang basah. Sementara Zahra, dia tidak punya keberanian untuk terjun ke dalam kolam renang yang terlihat dalam. Wanita itu memilih untuk berdiam diri di dalam gazebo bersama buah-buah segar yang tersaji untuk mereka. "Kamu sungguh tidak mau menemaniku?" tanya Kenzo yang duduk di tepian kolam. "Kemarilah!" pintanya. Namun Zahra menggeleng. Dia tidak mau kain panjangnya basah oleh air jernih itu. "Abi aja yang ke sini," ujarnya sembari memasukkan potongan apel ke dalam mulut. "Kau yakin?" Suara rendah yang menghoda. Zahra terdiam. Kalimat itu terdengar seperti ada bahaya yang sedang mendekat. Kenzo bangkit dari tepian kolam. Lekuk tubuh kekarnya, membuat jantung Zahra berdegup kencang. Malu, tapi juga ingin menikmati. Dua hal yang bertenta

