Chapter 18. Rindu yang Tak Terucap

925 Kata

Hai, I'm back. Untuk part ini, tidak ada aksi kekerasan. Mungkin. Hehehee..  *** Beberapa hari setelah pagi itu, Zahra tidak pernah bertemu dengan Kenzo. Tak lagi terdengar suara motor yang menderu atau pun mobil yang melintas di depan rumahnya. Ada rasa hampa. Pikirannya berayun mengarah pada sosok lelaki itu. Apakah dia benar-benar menghilang dari kehidupannya? Zahra kembali mengingat memori masa lalu, seraya meneliti adakah kesalahan yang dia lakukan hingga membuat Kenzo geram dan semarah ini. Setiap kalimat yang terucap, dia tela'ah untuk menemukan kekeliruan yang mungkin terjadi. Entah dia yang bodoh atau kurang teliti hingga tak menemukan kejanggalan apapun. Ya Allah, kenapa aku memikirkannya? Apa aku salah jika merindu? Iya, mungkin aku memang salah. Tak seharusnya aku memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN