Menghabiskan banyak hari di rumah sakit, Zahra mulai bosan. Dia rindu akan kediaman barunya. Apalagi keinginan untuk mencoba peralatan masak Kenzo pun belum terlaksana. Dia lantas meminta izin ke dokter agar diizinkan pulang lebih cepat. Melihat kondisinya yang semakin membaik, Zahra pun diizinkan pulang dengan syarat. Kenzo hendak menolak keinginan istrinya. Dia khawatir sebab luka dalam Zahra belum pulih benar. Namun, Zahra memaksa. Alhasil, Kenzo menurut dan membawa Zahra pulang. Setibanya di rumah, Zahra menghirup dalam aroma kenyamanan saat pintu terbuka. Dia melihat sistem keamanan rumah yang berbeda dari sebelumnya. Setelah peristiwa itu, agaknya, Kenzo telah meningkatkan sistem keamanan rumah. Sidik jari dan pengenalan wajah menjadi kunci pintu. Kenzo tak ingin kecolongan untu

