Kenzo berdiri kaku di sudut ruang steril yang didominasi warna putih. Netranya menatap tubuh wanita yang menjadi miliknya. Dia mengerjapkan mata beberapa kali, lalu menghampiri wanitanya yang terlelap di ranjang rumah sakit. Wajah Zahra tetap cantik walau dilintasi selang oksigen. Sudah berjam-jam lamanya, wanita itu memejamkan mata. Tangannya begitu dingin. Ada rasa yang mencabik hati Kenzo melihat ketidakberdayaan Zahra. "Aku bukan lelaki baik seperti yang ada dalam benakmu. Aku punya sisi gelap yang menakutkan dan juga masa lalu yang akan membuatmu lari dariku. Jika saat itu tiba, larilah sejauh yang kau bisa. Aku tak akan mengejarmu dan tak akan pula memohon agar kau tetap di sisiku." Pria itu tertunduk di sisi ranjang. Selama ini, dia tak pernah memikirkan apa yang akan

