“Zahra!" Gadis beriris cokelat s**u menghampiri Zahra yang sibuk menyapu halaman. Dia mengenakan atasan hitam yang mengekspose pundak dan rok span merah. Tas mahal kuning tampak kontras dengan gaya busananya. Garis bibirnya melebar bersama tangan yang melambai di balik gerbang. "Fee." Zahra tersenyum manis melihat kehadiran rekan kerjanya. "Assalamualaikum, istri shaleha," sapa Fee dengan sedikit pujian. "Alaikumsalam." Zahra membuka pagar, lalu mempersilahkan tamunya masuk rumah. Di belakang, Fee berjalan seraya melempar pandangan ke segala penjuru. "Rajinnya ya, Nyonya Julian. Cuti bukannya santai, malah sibuk sendiri." Sebutan nama belakang suami untuknya, membuat Zahra tersipu. Iya, kini dia istri dari Kenzo Julian. Pria berparas tampan yang tak henti dikaguminya. "Udah

